Wednesday, April 22, 2009

Diseminasi Informasi

Kita menundukkan kepala bersedih atas bencana gempa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya yang menelan ribuan korban jiwa. Kembali kita diingatkan bencana tsunami yang terjadi di Aceh, di ujung tahun 2004 yang menelan ratusan ribu korban jiwa.

Bencana yang juga terjadi di wilayah Jawa Tengah ini mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah daerah rawan bencana. Setiap saat kita harus waspada akan datangnya bencana yang tiba-tiba muncul berupa letusan Gunung Merapi, gempa bumi, tsunami, dan bencana lainnya.

Dari berbagai bencana yang terjadi ini, teknologi komunikasi informasi memerankan peranan penting; bukan lagi hanya sekadar perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi menjadi alat penting diseminasi informasi tentang wilayah-wilayah yang terkena bencana.

Kemajuan teknologi komunikasi informasi membuktikan bahwa dalam waktu sekejap saja bencana yang terjadi di mana saja di wilayah Indonesia akan tersebar secara cepat dan meluas ke seluruh pelosok. Ponsel berdering tidak henti-hentinya untuk memberitahukan perihal bencana ini.

Teknologi SMS memungkinkan siapa saja untuk mengirim dan menyebarkan informasi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Situs web seperti Kompas Online dan Detikcom secara tanggap melaporkan terjadinya bencana dalam bilangan detik. Akses internet menjadi sarana penting diseminasi informasi.

Teknologi komunikasi informasi juga seharusnya menjadi bagian dari diseminasi informasi dalam konteks aftermath. Diseminasi informasi melalui teknologi diperlukan untuk memperoleh informasi secara cepat dan akurat akan kebutuhan-kebutuhan para korban bencana.

Mereka ingin tahu berapa banyak jumlah dokter yang dibutuhkan. Jumlah obat-obatan yang diperlukan. Jumlah makanan yang perlu disalurkan. Mereka ingin tahu secara tepat akibat bencana ini, kerusakan apa saja yang harus segera diperbaiki. Berapa jumlah tenda yang dibutuhkan untuk menampung korban gempa yang kehilangan rumahnya.

Diseminasi informasi pascagempa menjadi terlalu penting untuk diabaikan. Dan pengalaman kita semua ketika mengulurkan tangan membantu korban tsunami di Aceh menunjukkan betapa pentingnya peranan teknologi komunikasi informasi.

Teknologi komunikasi informasi akan secara cepat dan tepat memberikan informasi yang dibutuhkan para korban gempa. Diseminasi informasi memungkinkan kita memberikan prioritas bantuan, menyelamatkan mereka yang lolos dari bencana yang menyakitkan siapa saja.